MUARO JAMBI —warga Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir sebagian badan Jalan Lintas Timur Sumatera pada Senin (26/10/2026). Aksi massa ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap pengoperasian area penampungan pasir atau stockpile yang berada persis di tengah permukiman warga.
Aksi pemblokiran akses vital yang menghubungkan Provinsi Jambi menuju Pekanbaru Riau, tersebut merupakan puncak dari keresahan masyarakat. Keberadaan fasilitas penampungan hasil tambang pasir di aliran Sungai Batanghari itu dinilai tidak hanya mengusik ketenangan harian, tetapi juga dikhawatirkan merusak kelestarian lingkungan sekitar.
Adapun poin utama tuntutan warga mencakup pencabutan dokumen persetujuan lingkungan yang sempat diterbitkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi terkait kegiatan pengelolaan pasir di RT 03 Desa Penyengat Olak. Selain itu, massa juga mendesak pemerintah melakukan penyegelan serta penutupan pelabuhan pasir secara permanen, dan mengancam akan terus melanjutkan aksi blokade jalan jika tuntutan tersebut tidak diindahkan.
Salah seorang perwakilan warga, Heri Saputra, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah habis kesabaran menghadapi dampak dari operasional pasir tersebut. Menurutnya, lokasi stockpile yang beroperasi tepat di area permukiman membawa ancaman nyata bagi kenyamanan dan keamanan lingkungan tempat mereka tinggal sehari-hari.
Menanggapi gelombang protes yang memanas, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, langsung mendatangi lokasi demonstrasi untuk menemui massa. Setibanya di tempat kejadian, Bupati bergerak cepat mendatangi petugas lapangan dan memimpin langsung penutupan pintu gerbang fasilitas penampungan pasir tersebut guna meredam situasi.
Dalam kesempatan itu, Bambang Bayu Suseno menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk segera menyelesaikan persoalan ini secara tuntas. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Desa Penyengat Olak demi tercapainya solusi terbaik.
Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif, pihak Polres Muaro Jambi mengerahkan puluhan personel ke lokasi aksi. Kapolres Muaro Jambi, AKBP Bayu Noormansyah, menyatakan bahwa situasi di lapangan sejauh ini terpelihara dengan aman dan terkendali.
Pihak kepolisian saat ini berfokus melakukan pengamanan ketat sekaligus mengatur kelancaran arus lalu lintas di jalur lintas provinsi tersebut. Langkah rekayasa ini diambil agar mobilitas kendaraan angkutan antarprovinsi tidak mengalami kelumpuhan total akibat aksi pemblokiran jalan.
penulis: rhomadan
Tags
Muaro Jambi
